Masalah bayi prematur

Kehamilan adalah hadiah yang terindah. Jangan sampai mengorbankan kesehatan kehamilan Anda.


Tips terkait Masalah bayi prematur: Pastikan Anda memiliki dokter kandungan langganan, dan lakukan konsultasi rutin.
Kelahiran bayi terlalu cepat menyebabkan masalah bayi prematur bisa terjadi. Memang waktu melahirkan yang tepat, tidak kurang maupun tidak berlebihan itu merupakan yang paling baik. Namun terkadang beberapa kondisi tertentu menyebabkan hal tersebut tidak memungkinkan, karena itu Anda pun harus bersiap-siap. Sekedar untuk tambahan informasi, Anda perlu mengetahui masalah apa saja yang biasa terjadi pada bayi prematur. Ketika usia kehamilan sudah memasuki umur 32 minggu, maka Anda pun tentu khawatir mengenai proses persalinan, Anda sudah tentu menginginkan proses persalinan normal, di mana bayi dan diri Anda sama-sama sehat. Namun informasi terkait bayi prematur pun harus Anda cari, karena kondisi ini bisa saja terjadi, jadi bukan tidak memungkinkan, bahkan cukup sering terjadi juga. Bahkan bayi kembar pun juga dapat lahir prematur.


Masalah yang mungkin terjadi pada bayi prematur


Sesungguhnya terdapat beberapa masalah yang merupakan masalah umum yang terjadi pada bayi yang dilahirkan prematur. Adapun masalah-masalah tersebut dipicu karena organ tubuh yang kurang matang, juga fungsinya, karena dilahirkan terlalu cepat dari waktu melahirkan normal. Berikut beberapa masalahnya:
  1. Suhu tubuh yang tidak stabil merupakan masalah pertama pada bayi prematur. Kondisi ini dapat terjadi disebabkan oleh lapisan lemak pada kulit yang tinggi, karena itu bayi Anda pun jadi memiliki potensi terkena hipotermia.
  2. Kelainan darah.
  3. Kesulitan pernafasan juga sangat mungkin dialami. Itu karena sufuktan yang minim pada alveoli paru-paru, di mana alveoli paru-paru bayi prematur masih belum matang, sehingga akan menyebabkan proses bayi untuk bernafas menjadi terganggu. Bahkan parahnya bayi juga dapat mengalami lupa nafas, di mana ini sangat berbahaya bagi keselamatan bayi prematur.
  4. Kelainan neurologist, sistem persarafan.
  5. Kelainan yang berikutnya yang mungkin terjadi pada bayi prematur yaitu kelainan gastrointestinal serta nutrisi. Juga, refleks menghisap menjadi buruk, di mana daya serap usus lemah, serta pengosongan pada organ lambung akan tertunda.
  6. Gangguan metabolisme pada bayi juga sangat mungkin terjadi, contohnya berupa hipokalsemia, hiperglikemia, dan hipoglikemia.
  7. Fungsi jantung bayi prematur juga berpotensi mengalami kelainan, dapat berupa hipertensi maupun hipotensi.
  8. Fungsi organ hati masih belum matang, karena itu bayi prematur dapat mengalami penyakit kuning cukup parah.
  9. Imunologis atau daya tahan tubuh yang belum matang. Karena itu bayi prematur menjadi mudah terkena infeksi, itu karena warisan antibodi dari tubuh sang ibu masih kurang.
  10. Fungsi organ ginjal masih belum matang, sehingga asam organik akan menumpuk serta tak dapat terbuang dengan optimal, selain itu juga terjadi ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh.

Itulah beberapa contoh permasalahan yang dapat terjadi pada bayi prematur. Karena itu penanganan yang intensif pun harus diberikan, tentunya berdasarkan kondisi kesehatan sang anak. Dalam menentukan tindakan perawatan apa saja yang dibutuhkan, maka skrining bayi premature akan perlu untuk dilakukan dengan sesegera mungkin, yaitu pada menit pertama setelah bayi prematur keluar dari dalam rahim. Walaupun begitu, proses skrining tetap dilakukan ketika bayi yang lahir cukup bulan. Kembali berbicara mengenai perawatan intensif untuk bayi lahir prematur, fasilitas di rumah sakit sudah memenuhi fungsi tersebut. Fasilitas tersebut antara lain NICU, Neonatus Intensive Care Unit. NICU merupakan tempat bayi dirawat, jadi sama seperti bayi sedang dalam rahim ibunya. Bayi prematur akan memperoleh suplai makanan, suhu dijaga, serta berbagai masalah kesehatan lain yang mungkin dialami oleh bayi prematur. Sekian artikel tentang masalah bayi prematur, semoga bermanfaat.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Masalah bayi prematur"

Poskan Komentar