Efek negatif Anak kurang Gizi

Kehamilan adalah hadiah yang terindah. Jangan sampai mengorbankan kesehatan kehamilan Anda.


Tips terkait Efek negatif Anak kurang Gizi: Pastikan Anda memiliki dokter kandungan langganan, dan lakukan konsultasi rutin.
Kurang gizi merupakan sesuatu yang paling ditakuti oleh orang tua, khususnya pada anak kesayangan mereka. Dampak dari kekurangan gizi untuk tubuh anak dapat mempengaruhi cukup banyak aspek. Tak hanya perkembangan otak yang melambat saja, melainkan juga perkembangan motorik, fungsi kognitif, serta sosio emosional anak jangka panjang juga akan ikut terpengaruh. Tak hanya itu, yang parah yaitu dampak yang ditimbulkan tersebut beberapa sifatnya permanen, dengan kata lain tidak bisa diperbaiki. Semua ini juga bergantung pada bagaimana masa kehamilan yang Anda lalui, masa kehamilan merupakan waktu penting yang harus menjamin gizi tercukupi, itu semua bertujuan untuk mengatasi dampak dari anak mengalami kurang gizi. Salah satu faktor yang berpengaruh cukup besar adalah makanan sehari-hari yang dikonsumsi, makanan harus mengandung nutrisi yang cukup, mulai dari vitamin, karbohidrat, susu ibu hamil hingga mineral. Mari baca selengkapnya.


Kebutuhan nutrisi atau gizi tak hanya pada masa kehamilan

Anda juga sebaiknya jangan menganggap jika kebutuhan nutrisi hanya harus terpenuhi ketika masa kehamilan saja, melainkan lebih dari itu. Sesudah anak dilahirkan pun, kebutuhan nutrisi mereka tetap harus terpenuhi dengan baik. Kebutuhan tubuh akan nutrisi harus senantiasa terpenuhi. ASI eksklusif merupakan salah satu makanan yang tak dapat digantikan apapun. Untuk tambahan, selain nutrisi, faktor lain yang tidak kalah penting yaitu faktor stimulasi, di mana faktor stimulasi tersebut dibutuhkan otak. Otak anak yang tidak mendapat stimulasi maka hasilnya pun akan kurang optimal.

Tanda anak kurang gizi

Jika anak Anda mengalami kurang gizi, maka Anda akan melihat beberapa tanda-tanda.

Kurang energi protein ringan: Yang pertama adalah kurang energi protein ringan. Di tahapan yang satu ini, disebutkan jika masih tak ditemukan gejala khusus yang bisa dilihat secara jelas. Namun berat badan anak Cuma mencapai 80% dari bobot tubuh yang normal seharusnya.

Kurang energi protein sedang: Yang kedua adalah kurang energi protein sedang. Di tahapan yang kedua ini, bobot tubuh anak Cuma mencapai 70% bobot tubuh anak normal. Selain itu juga terdapat tanda yang dapat dilihat secara jelas, wajah nampak pucat, juga warna rambut yang berubah menjadi agak kemerahan.

Kurang energi protein berat: Yang ketiga adalah kurang energi protein berat. Untuk kondisi ini, akan terbagi lagi ke dalam 2, yakni Marasmus atau kurang sekali dan Kwashiorkor. Untuk Marasmus berat badan anak Cuma 60%, di mana tak mencapai berat badan normal anak yang seharusnya. Sementara itu untuk Kwashiorkor, tak hanya berat badan saja, tetapi juga terdapat tanda yang lain yang dapat Anda lihat secara langsung. Tanda-tanda tersebut contohnya rambut berwarna murah, rambut mudah dicabut, dan kaki terjadi pembengkakan. Juga, karena kekurangan vitamin A, maka mata dapat menjadi rabun, borok pada kornea terkadang juga terjadi, dan kornea yang mengalami kekeringan. Mata bisa pecah karenanya. Juga sama seperti penyakit penyertanya, yakni kurang darah atau anemia, diare, infeksi, kulit pecah dan mengerak hingga keluar cairan, dan pecah-pecah pada sudut mulut.

Oleh karena itu, untuk mencegah anak mengalami kekurangan gizi, orang tua harus memiliki pengetahuan bagaimana mencukupi gizi sang anak, sehingga tidak salah dalam mengambil tindakan keseharian. Pemberian makanan harus dengan porsi yang tepat, dan nutrisi yang seimbang. Di mana tak semua orang tua memiliki pengetahuan ini, khususnya yang baru saja memiliki anak pertama. Makanan terbaik yaitu makanan dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Sekian artikel tentang efek negatif anak kurang gizi, semoga bermanfaat.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Efek negatif Anak kurang Gizi"

Poskan Komentar