Rahim miring Bisa Hamil atau tidak

Kehamilan adalah hadiah yang terindah. Jangan sampai mengorbankan kesehatan kehamilan Anda.


Tips terkait Rahim miring Bisa Hamil atau tidak: Pastikan Anda memiliki dokter kandungan langganan, dan lakukan konsultasi rutin.
Rahim miring bisa hamil? Mungkin Anda akan mengajukan pertanyaan ini jika Anda mendengar dari tukang pijat atau yang lainnya. Namun apakah hal tersebut benar apa adanya ataukah hanya mitos saja, Anda sebaiknya mengetahui info terkait hamil miring ini lebih mendetail, sehingga tak salah dalam mengambil keputusan. Mitos tentang rahim miring ini sudah berkembang di masyarakat, bahkan mungkin keluarga juga Anda juga mempercayai mitos ini. Tetapi disarankan Anda jangan percaya begitu saja, lebih baik mengacu kepada alasan medis. Dengan mengacu pada alasan medis, maka Anda dapat lebih yakin, sebab sudah dilakukan penelitian sebelumnya dan bukan hanya menerka-nerka saja. Mari baca selengkapnya.


Rahim miring ke kiri


Untuk seorang wanita supaya bisa hamil itu akan membutuhkan yang namanya rahim yang baik. Juga akan membutuhkan saluran telur atau tuba falopi yang baik, dan sel telur yang baik pula. Selain itu faktor suami juga dibutuhkan, yakni kondisi sperma suami yang maksimal, yang bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan analisa sperma. Sementara itu, untuk kondisi mulut rahim miring ke kiri, itu tak serta merta dapat dijadikan alasan seorang wanita sulit untuk hamil. Namun jika terdapat mioma pada dinding rahim, sumbatan pada tuba, bentuk rahim abnormal, itulah faktor yang akan menyebabkan pembuahan sulit terjadi. Jadi harap diketahui perbedaannya. Dengan perbaikan kondisi sperma dari suami, dapat dilakukan dengan mengontak spesialis andrology atau urology.

Nama lain rahim miring ke arah kiri


Rahim rebah adalah nama lain dari rahim miring, juga rahim terbalik, dikenal dengan bahasa Inggris tilted uterus, retroverted, ataupun tipped – Di mana terjadi apabila posisi dari rahim letaknya itu membelakangi pelvis. Keadaan kesehatan ini dapat terjadi apabila rebah, tertekuk, rahim terbalik, dan rebah ke belakang. Di kondisi yang normal, rahim berperan sebagai tempat untuk bayi tumbuh, juga untuk bayi berkembang, dan posisinya itu cenderung condong menuju arah perut, ataupun tegak pada pelvis. Kondisi rahim yang rebah dapat terjadi apabila rahim tidak pernah dikembalikan pada posisi yang benar sejak masih usia anak-anak ataupun sejak memasuki usia dewasa. Uterine fibroid atau endometriosis dapat menjadi penyebab rahim rebah, di mana ini sama-sama mengakibatkan bintil-bintil atau parut yang akan berefek ke perubahan dari posisi rahim. Sudah banyak wanita yang tak sadar jika posisi rahim mereka rebah, hingga pada akhirnya mereka merasakan jika muncul keluhan.

Gejala-gejala yang akan dirasakan yakni mudah ngompol, rasa sakit ketika haid, infeksi saluran kencing juga keluhan ketidak suburan yang terjadi. Untuk sebagian besar dari rahim rebah atau dikenal juga dengan tipped uterus ini, dapat ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan oleh ahli ginekolog.

Perawatan rahim miring


Memang rahim miring atau rahim rebah ini dikenal tak menyebabkan terjadinya masalah terkait kesuburan. Sperma suami masih dapat mencapai sel telur untuk memperoleh pembuahan. Namun perlu dilakukan koreksi pada posisi rahim di akhir dari trimester pertama. Keguguran yang terjadi karena rahim rebah di ibu hamil itu masih jarang terjadi. Sebagian besar dari kehamilan yang diikuti keadaan rahim rebah dapat mencapai hingga bulan yang cukup, serta tak terdapat komplikasi, baik itu oleh bayi maupun oleh sang ibu hamil. Rahim rebah biasanya dialami oleh sekitar 20 persen wanita dari seluruh dunia, dan yang dilaporkan biasanya hanyalah keluhan sakit, dan bukan komplikasi. Jadi dapat disimpulkan jika rahim miring bisa hamil atau tidak? Jawabannya masih bisa.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rahim miring Bisa Hamil atau tidak"

Posting Komentar