Penyakit Kulit Melasma pada Ibu Hamil

Kehamilan adalah hadiah yang terindah. Jangan sampai mengorbankan kesehatan kehamilan Anda.


Tips terkait Penyakit Kulit Melasma pada Ibu Hamil: Pastikan Anda memiliki dokter kandungan langganan, dan lakukan konsultasi rutin.
Penyakit kulit Melasma yang terjadi pada ibu hamil. Ketika seorang wanita dalam kondisi hamil, mereka dapat mengalami kerusakan pada kulit. Salah satu penyakit kulit tersebut yang dapat terjadi pada seorang ibu hamil adalah Melasma. Mari disimak bersama informasi terkait penyakit kulit yang satu ini. Memang bagi wanita, gangguan kerusakan kulit merupakan salah satu masalah yang harus Anda khawatirkan. Salah satu pemicu kerusakan kulit tersebut adalah paparan dari sinar matahari atau sinar ultraviolet. Paparan sinar matahari tersebut dapat menyebabkan timbulnya flek hitam yang berwarna gelap pada beberapa daerah kulit ibu hamil. Melasma merupakan salah satu contohnya. Tidak sedikit kasus Melasma yang terjadi pada ibu hamil di negara Indonesia, apalagi negara Indonesia termasuk dalam negara tropis. Melasma merupakan penyakit kulit yang berkaitan dengan gangguan pigmentasi pada kulit. Mari baca selengkapnya.


Penyakit kulit ibu hamil


Melasma merupakan penyakit kulit yang lebih sering menyerang kaum Hawa dibandingkan kaum Adam. Ini termasuk ibu hamil. Alasan mengapa penyakit Melasma lebih sering terjadi khususnya ibu hamil adalah karena pengaruh dari perubahan hormonal di dalam tubuh, di mana perubahan tersebut akan ikut mempengaruhi kulit ibu hamil. Disebutkan bahwa terdapat jenis hormon tertentu yang memang bisa mempengaruhi proses dari pembentukan pigmen pada ibu hamil. Hormon ikut berperan dalam mempengaruhi pigmen warna kulit, hingga akhirnya juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya Melasma sewaktu masa-masa kehamilan.

Pengertian Melasma


Jika Anda bertanya mengenai penyakit Melasma ini sendiri, Melasma merupakan kondisi di mana muncul bercak gelap di area tertentu di kulit. Bercak berupa hiperpigmentasi tersebut dapat muncul di daerah tertentu di kulit, di daerah manapun, khususnya untuk daerah kulit yang sering terkena sinar matahari dengan cukup sering dan terus menerus. Jadi contoh daerah kulit yang sering terkena gangguan Melasma adalah pipi, dagu, bibir, dahi, dan beberapa area kulit yang lain yang tak terlindungi. Kondisi yang terlihat jika terkena penyakit Melasma, termasuk pada ibu hamil, adalah terjadi perubahan warna di kulit. Di mana warna kulit akan berubah menjadi kecoklatan, kemudian akan berubah menjadi lebih gelap. Apabila masih sering terkena oleh paparan sinar matahari lagi, maka akan bertambah parah, khususnya pada daerah kulit yang sama.

Kapan ibu hamil dapat terserang penyakit Melasma


Jika Anda bertanya, kapankah Melasma dapat menyerang ketika kehamilan? Waktu di mana ibu hamil terkena Melasma adalah ketika awal kehamilan. Seiring perkembangan kehamilan, kondisi kulit dapat bertambah parah. Di mana ini akan membuat penampilan menjadi terlihat kurang menarik. Tetapi disebutkan jika penyakit Melasma yang terjadi pada masa kehamilan itu tak boleh Anda obati, karena alasan tertentu.

Melasma pada ibu hamil tak boleh diobati


Alasan mengapa ibu hamil yang terkena penyakit Melasma tak boleh mendapatkan pengobatan adalah karena penggunaan beberapa krim oles atau obat-obatan kulit yang digunakan itu ada kandungan vitamin A – nya. Kandungan tersebut apabila diserap kulit wanita hamil, bisa mengakibatkan bahaya pada janin yang tengah dikandung. Karena itu, lebih baik dibiarkan saja dahulu, jangan diberikan pengobatan, karena resiko keselamatan bayi akan terganggu. Pertumbuhan janin dapat terganggu karena asam vitamin A tersebut. Pengobatan Melasma pada ibu hamil boleh dilakukan ketika bayi sudah lahir, jangan ketika Anda sedang mengandung bayi.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyakit Kulit Melasma pada Ibu Hamil"

Poskan Komentar