Depresi pada Ibu Hamil

Kehamilan adalah hadiah yang terindah. Jangan sampai mengorbankan kesehatan kehamilan Anda.


Tips terkait Depresi pada Ibu Hamil: Pastikan Anda memiliki dokter kandungan langganan, dan lakukan konsultasi rutin.
Depresi pada ibu hamil dapat melanda. Seperti yang diketahui, kesehatan wanita hamil tak berhubungan dengan kesehatan fisik saja, melainkan juga emosi. Di mana ibu hamil kerapkali diselimuti oleh rasa sedih, tak bisa menerima kondisi kehamilan mereka, tak hanya itu – Yang cukup parah sang ibu hamil dapat memiliki perasaan sendiri tak ada teman berbagi, khususnya ketika usia kehamilan mereka bertambah tua. Tak sedikit ibu hamil yang mengalami keadaan atau kondisi seperti ini, dan memang faktor-faktor tersebut merupakan penyebab utama mengapa depresi ketika kehamilan dapat terjadi. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Mungkin Anda juga sekarang sedang mengalaminya, mari baca selengkapnya.

Depresi ketika kehamilan karena pekerjaan


Ibu hamil yang tiap harinya tetap harus berhadapan dengan berbagai masalah memiliki potensi untuk mengalami depresi lebih tinggi, dibandingkan ibu hamil yang istirahat di rumah. Berbagai kegiatan contohnya aktivitas yang dilakukan berulang, permasalahan rumah tangga, pekerjaan, bahkan kehidupan sosial pun akan ikut mempengaruhi rasa jenuh dan perasaan ibu hamil. Apalagi ketika kondisi tubuh yang semakin besar, seiring dengan usia kehamilan yang bertambah, maka ibu hamil akan merasa semakin tak nyaman. Rasa jenuh harian juga akan dirasakan ibu hamil, hal tersebut juga dapat memicu depresi untuk terjadi. Permasalahan kesehatan pun akan dirasakan jika ibu hamil sering depresi.

Masalah yang dihadapi juga tak hanya akan dihadapi oleh ibu hamil saja, depresi juga menyebabkan masalah pada janin, yakni tumbuh kembang janin akan ikut terganggu. Oleh karena itu, jangan biarkan depresi terjadi pada ibu hamil berlanjut-lanjut, namun Anda harus segera menemukan solusinya. Sebelumnya, ketahui terlebih dahulu pengertian dari depresi. Depresi merupakan sebuah kondisi, di mana keadaannya itu melebihi sedih. Kondisi sedih yang dialami oleh seseorang, yang pada akhirnya menyebabkan orang tersebut merasa terganggu disebut juga dengan istilah “Gangguan depresi”. Kondisi ini akan mengakibatkan perasaan sedih, kelelahan berlebihan saat ibu hamil menjalankan kegiatan rutin, juga kehilangan semangat dan minat. Tak sedikit juga ibu hamil yang terkena gangguan depresi mengalami amnesia, sulit tidur.

Hati-hati gangguan jiwa


Gangguan depresi yang sudah benar-benar parah dapat menyebabkan ibu hamil terserang gangguan jiwa. Orang yang sudah mengalami ini biasanya akan kehilangan semangat hidup, perasaan ingin bunuh diri dapat muncul jika sudah memasuki tahap yang satu ini. Sementara itu, cara menghilangkan depresi antara satu orang dengan orang yang lainnya itu berbeda-beda, di mana penyebab depresi berbeda antara satu pasien dan yang lainnya. Namun cara yang paling umum yang digunakan untuk menghilangkan depresi, termasuk pada ibu hamil, yaitu dengan menggabungkan konseling dan farmakoterapi, dengan begitu penyembuhan pun dapat diperoleh.

Menangis itu pemicu depresi pada ibu hamil

Hati-hati, sering menangis juga dapat menjadi pemicu depresi. Oleh karena itu, peran suami dalam hal ini sangat mempengaruhi. Sang suami harus bisa menghibur ibu hamil agar tak menangis dan terhindar dari masalah depresi. Apalagi ketika masa kehamilan, seorang wanita akan menjadi lebih sensitif dan mudah merasa kesepian. Belum lagi karena pengaruh perubahan hormon sewaktu kehamilan, itu bisa menjadikan ibu hamil lebih sensitif dan lebih peka dibandingkan kondisi biasanya. Menangis berlebihan bisa dilakukan seorang ibu hamil, khususnya saat level hormon ibu hamil tersebut ada pada puncak, hingga akhirnya depresi pun terjadi.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Depresi pada Ibu Hamil"

Posting Komentar