Balita sering kesemutan berbahaya atau tidak?


Balita sering kesemutan, sebenarnya ini berbahaya atau tidak? Jawabannya adalah bisa jadi berbahaya. Karena itu jika balita Anda sering mengalami kesemutan, Anda harus waspada. Kesemutan itu bisa jadi adalah gejala dari penyakit serius yang diderita oleh balita Anda. Mari baca selengkapnya.


Rasa kesemutan di daerah tubuh tertentu bisa terjadi baik karena penjepitan dan gangguan di saraf tepi daerah yang kesemutan tersebut. Selain itu posisi duduk dan posisi tidur tentu sangat mempengaruhi juga. Daerah tubuh yang tertindih dapat mengalami kesemutan. Ini tak hanya berlaku pada balita saja, melainkan juga pada orang dewasa. Anda pasti sudah sering mengalami kesemutan juga bukan?

Keluhan anak yang kesemutan


Anak yang merasa kesemutan tentu tidak akan merasa nyaman, terkadang bukan kesemutan, melainkan muncul rasa dingin di kaki anak tersebut. Alasan mengapa area kesemutan yang dialami oleh anak atau balita Anda terasa dingin adalah karena aliran darah menuju daerah tersebut terhambat, sehingga suplai darah menuju daerah itu pun jadi berkurang. Kondisi ini adalah hal yang biasa atau wajar. Di mana jika karena terlalu lama diam, yang menjadi penyebabnya, keluhan itu akan menghilang secara berangsur-angsur. Cukup dengan cara menggerakkan bagian tubuh tersebut, dengan begitu bagian tubuh yang kesemutan itu akan mendapatkan aliran darah lagi, aliran darah kembali lancar, masalah kesemutan pun akan menghilang.

Kesemutan yang meluas


Lalu apakah semua kesemutan pada balita dan anak tidak perlu mendapat perhatian lebih? Akan berbeda jika kesemutan yang terjadi itu meluas, hari ke hari gangguan tersebut bukannya menghilang sendiri, melainkan meluas ke daerah tubuh yang lain. Jika ini yang terjadi, maka Anda harus waspada. Biasanya gangguan kesemutan yang semakin meluas dari hari ke harinya disertai juga dengan gangguan yang lain, seperti muntah-muntah, sakit kepala, gangguan penglihatan, kelumpuhan anggota tubuh, dan gangguan pendengaran – Juga berbagai gangguan yang lain. Apabila kondisi kesemutan ini menimpa anak Anda, maka Anda sebaiknya jangan menunda untuk membawa anak konsultasi menuju dokter spesialis, dengan begitu pengobatan yang tepat pun dapat segera diberikan, jangan tunggu terlambat. Sebab ini terkait dengan kesehatan anak Anda.

Kesemutan dibagi menjadi 2, yakni kesemutan kronis yang berlangsung untuk jangka panjang, dan kesemutan yang sifatnya sementara. Terdapat beberapa macam hal yang bisa menjadi faktor penyebab mengapa kesemutan tersebut dapat menimpa seorang anak atau balita. Penyebab tersebut antara lain serangan panik, frekuensi nafas cepat, penekanan saraf cukup lama (Ketika duduk bersila, tidur), kurang cairan atau dehidrasi, dan kekurangan suplai darah di daerah tubuh yang mengalami kesemutan – Ini sudah dijelaskan sebelumnya.

Tetapi untuk kesemutan yang sifatnya berlangsung lama, atau kesemutan kronis, faktor penyebabnya berbeda, yaitu:

  1. Gangguan jantung, gangguan pembuluh darah
  2. Tumor otak yang ganas
  3. Kekurangan vitamin B5, B1, vitamin B12
  4. Kelainan darah, sendi, kulit dan tulang
  5. Gangguan imunitas dan jaringan ikat
  6. Infeksi beserta sindrom post infeksi
  7. Gangguan saraf tulang belakang (Saraf tepi) dan gangguan otak – Contohnya stroke, trauma, tumor, pendarahan otak, penyempitan saraf atau carpal tunnel syndrome, dan infeksi otak juga bisa menjadi faktor penyebab kesemutan kronis.
  8. Gerakan berulang dan getaran jangka panjang
  9. Gangguan hormonal dan metabolik – Gula darah rendah, penyakit diabetes, menopause, gangguan hormon tiroid, kalium, kadar kalsium, natrium, ureum yang abnormal.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Balita sering kesemutan berbahaya atau tidak?"

Posting Komentar